Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Sejarah Singkat Kedewan, Bojonegoro Jawa Timur

 Kedewan adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang khas, yaitu berbukit dan sebagian besar terdiri dari kawasan hutan dan pegunungan kapur yang menjadi bagian dari Pegunungan Kendeng. Wilayah Kedewan juga dikenal sebagai salah satu daerah yang termasuk dalam kawasan eksplorasi minyak dan gas bumi. Desa Kedewan juga dikenal sebagai salah satu pusat peradaban kuno di Jawa Timur. Pada masa lampau, wilayah ini diyakini menjadi tempat tinggal para Rsi tokoh spiritual dan intelektual yang menjadikan Bukit Kendeng sebagai pusat spiritualitas dan pendidikan. Jejak mereka masih terlihat dari struktur batu, arca, dan situs-situs ritual yang tersebar di sekitar desa. Namun, sejak tahun 1931, istilah "Makam Kalang" mulai digunakan untuk menyebut situs-situs tersebut, menggantikan pemahaman tentang warisan para Rsi. Istilah ini tercatat dalam Indische Courant, surat kabar Hindia Belanda,...

SILSILAH KELUARGA R.DIPOYONO Kedewan, Bojonegoro

 ðŸŒ³ Silsilah Keluarga R. Dipoyono  I. R. Dipoyono  Memiliki 1 putra: II. R. Kertodjoyo Memiliki putra-putri sebagai berikut: 1. Mbah Mangil   – Tidak memiliki keturunan 2. Mbah Mangun   Anak-anak:    - Slamet    - Darsono    - Singgih    - Arum 3. Mbah Wongso   – Tidak memiliki keturunan 4. Mbah Tandur (suami dari Mbah Joyo Pengkrong)   Memiliki 8 putra-putri: Putra-Putri dari Mbah Tandur & Mbah Joyo Pengkrong 1. Mbah Legi   Anak:    - Martes 2. Mbah Rami   Anak-anak:    - Prawoto    - Wiji    - Maniti    - Rasinah    - Paiman 3. Mbah Joyo Kalimin   – Tidak disebutkan keturunan 4. Mbah Datuk   Anak-anak:    - Kardi    - Rasman    - Narko    - Sarpi    - Suwoto    - Sutaji 5. Mbah Kaseh   Anak:    - Kasran 6. Mbah Tarmi   Anak-anak:    - Tarmin    - Sarni    - Setio Wahono    - Kasiatono    - Pujiantoko 7. Mbah Yadi   Anak:    - Yatmi 8. Mbah Sakipah   Anak-anak:    - Marsono    - Semi    - Toyo Penulis: Kang Lisandipo